panjang kalee.... judulnya???? mengutip lawakan satire dari menristek
Pada jaman Orba, orang Indonesia berdo’a semoga harga minyak dunia naik. Karena kenaikan $1 per barrel akan berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, saat ini, orang Indonesia berdo’a semoga harga minyak turun. Karena penurunan $1 per barrel akan berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat. Ketika bertemu dengan pemuka agama, saya katakan hal itu. Mereka bilang bahwa Tuhan tidak menjawab do’a ummatnya secara instan. Mungkin tidak dikabulkan, mungkin dikabulkan tapi entah sekarang, entah kapan. Mungkin saja, harga minyak naik saat ini adalah hasil do’a saat orde baru”.
--Menristek Kusmayanto Kadiman ---
coba kalau misal dollar naeknya pas Orba???iya si kita bisa jadi negara Asia Tenggara terkaya tapii...mungkin ga Orba di-lengserkan???mungkin ga kita bisa bebas berbicara kayak gini tanpa takut di-bedhil???
terkadang manusia menyangka paling tahu mengenai keadaan dirinya dan berpura-pura tidak tahu bahwa ada Sang Maha Tahu yang telah mempersiapkan skenario terbaik untuknya ....
menampik tawaran terbaik dari-Nya hanya karena tidak sesuai dengan maunya.....
berpaling dari-Nya hanya karena Dia tidak memberikan seperti pintanya....
nyatanya nalar manusia terlalu sempit untuk merumuskan hipotesa dan menyusun algoritma mengenai keadilan Dia....Allah SWT.....
*Ramadhan sebentar lagi berakhir----sedihnya*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar